Sisi News

Sisi News – Kesehatan tubuh seseorang selalu menjadi misteri yang menarik untuk dibahas. Salah satu topik paling mengejutkan yang seringkali mengundang rasa ingin tahu adalah kisah perubahan kepribadian setelah transfusi darah.

Mungkin kamu pernah mendengar cerita atau mitos seputar seseorang yang setelah menerima darah dari transfusi mengalami perubahan kepribadian. Namun, apakah ada dasar ilmiah di balik anggapan ini, ataukah itu hanya dongeng? Berikut ini penjelasan ilmiahnya yang dikutip dari New York Post.

Studi dari International Journal of Clinical Transfusion Medicine menemukan bahwa, sebanyak enam dari tujuh orang penerima transfusi darah mengalami perubahan perilaku dan nilai. Penelitian tersebut menjelaskan kalau pasien penerima transfusi darah memiliki kemungkinan perubahan perilaku menyerupai sifat pendonor.

Baca Juga: Punya Hipertensi? Ini Deretan Makanan Penurun Darah Tinggi

Pernyataan tersebut diperkuat oleh studi sebelumnya yang dilakukan oleh University of Michigan. Studi tersebut menjelaskan kalau ada hubungan sebab-akibat dalam dunia medis. Sehingga terdapat hubungan atau kesamaan antara penerima dan pendonor darah.

Menambahkan dari Dailymail UK, Dr Mitchell Liester, asisten profesor klinis psikiatri di Colorado University menjelaskan bahwa terdapat gagasan bahwa kenangan kehidupan seseorang disimpan di jantung. Lalu kenangan tersebut dapat diingat atau dirasakan oleh penerima donor.

Para ilmuan kini terus meneliti dan mengembangkan tentang topik ini. Mereka juga berpendapat bahwa kemungkinan ingatan manusia disimpan dalam protein yang masuk ke dalam DNA.