Sisi News

Pemilihan purifier, humidifier dan diffuser menjadi sangat penting untuk mengatasi kualitas udara di Indonesia saat ini. Semakin hari kualitas udara di Indonesia semakin mengkhawatirkan.

Hal itu tercermin dari data IQAir tentang polusi di Indonesia selama seminggu terakhir. Dari data yang ada, 5 kota besar seperti Pontianak, Banten, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat dan Jakarta menyumbang polusi udara di Indonesia.

Kelima kota tersebut rata-rata memiliki kualitas udara sebesar 156 atau dapat menyebabkan berbagai penyakit. Padahal, kualitas udara yang disarankan AirNow Amerika Serikat sebesar 0-50.

Baca Juga: Nomor Telepon Darurat yang Wajib Kamu Miliki

Solusi yang paling bisa dilakukan dari tingkat keluarga adalah penggunaan purifier di masing-masing rumah. Banyak masyarakat yang salah kaprah dan keliru terkait purifier, humidifier dan diffuser, karena ketiganya memiliki perbedaan fungsi.

Untuk mengatasi kualitas udara yang buruk, purifier bisa menjadi solusi yang paling tepat. Karena fungsi purifier dapat membersihkan udara di dalam ruangan.

Bahkan beberapa merek purifier yang beredar di pasaran, ada yang berbentuk mini dan dapat dibawa kemana-mana. Sedangkan humidifier digunakan untuk mengatasi udara yang lembab atau kering.

Humidifier membutuhkan air sebagai ‘mesin’ untuk membuat ruangan terasa lebih sejuk. Berbeda dengan kipas atau AC, humidifier tidak sama sekali membuat ruangan menjadi dingin.

Sedangkan diffuser, biasanya untuk menghilangkan aroma yang tidak sedap dalam sebuah ruangan. Untuk bekerja, diffuser membutuhkan semacam cairan aromaterapi untuk membuat wangi ruangan.