Sisi News

Polusi yang terjadi di Jakarta menjadi topik perbincangan di media sosial (medsos) karena kualitas udara yang berada di Ibu Kota semakin memburuk.

Dikutip dari IQAir, perusahaan teknologi asal Swiss menyatakan bahwa indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta pada 11 Agustus 2023 menyentuh 158 poin atau tidak sehat.

Tidak hanya itu, IQAir juga mencantumkan bahwa konsentrasi partikel debu halus (PM2.5) di Jakarta menyentuh angka 16,5 kali lebih tinggi dari rekomendasi standar WHO.

Baca Juga: Spesial Kemerdekaan RI, Sejumlah BUMN Bagikan Promo Hingga Diskon 70%

Namun, apa penyebab kualitas udara di Jakarta memburuk pada beberapa hari kebelakang? Simak penjelasannya.

Menurut Kadis Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Purwanto, penyebab memburuknya kualitas udara Ibu Kota adalah 70 persen dari transportasi. 

Di sisi lain, Angga Putra Ferdian selaku pembawa acara Podcast ‘Cerita Orang Dalam’, mengungkapkan di akun Twitter miliknya, bahwa pemicu polusi udara di Jakarta bersumber dari beberapa sektor.

Ia menyebutkan bahwa sumber polusi Jakarta berasal dari sektor transportasi, sektor industri dan energi, dan aktivitas sehari-hari masyarakat.

Dari sektor transportasi misalnya, Angga menjelaskan bahwa jumlah mobilitas kendaraan di Jabodetabek mencapai kurang lebih 22 juta pergerakan.

“Ini belum menghitung perjalanan yang melintasi Jakarta. Masuk dari Cikampek, lalu langsung bergerak ke Bogor atau Banten. Karena menyumbang emisi juga,” ucap Angga.

Kemudian, ia menjelaskan terkait inefisiensi tata ruang kota di Ibu Kota yang menjadi salah satu faktor kualitas udara menurun.