Sisi News

Anak GTM atau anak yang melakukan ‘Gerakan Tutup Mulut’, selalu menjadi persoalan bagi orang tua terutama ibu-ibu. Karena kondisi tersebut membuat anak tidak mau makan.

Bayi yang memasuki usia 6 bulan atau waktu MPASI (Makanan Pendamping ASI), biasanya sering melakukan GTM. Namun, penanganannya seringkali berhubungan dengan stimulasi, tekstur makanan dan pencernaan.

Banyak bayi yang berusia 6 bulan ke atas belum mengenali berbagai macam tekstur makanan. Selain itu, stimulasi untuk mengunyah juga jarang dilakukan, seperti menggigit teether.

Baca Juga: Manfaat Cek Kesehatan Gigi dan Mulut 6 Bulan Sekali, Dapat Cegah Penyakit ini

Selain keduanya, permasalahan sistem pencernaan juga menjadi ‘momok’ yang sering dihadapi orang tua. Terlebih bayi di bawah usia 1 tahun belum mampu memberitahu apa yang sedang ia rasakan.

Di sisi lain, GTM tidak hanya dialami bayi yang mendapatkan MPASI. Anak-anak usia di atas 2 tahun, juga sering melakukan ‘Gerakan Tutup Mulut’.

Berikut ini Sisinews.co merangkum beberapa cara mengatasi anak GTM, bisa diaplikasikan untuk bayi MPASI dan anak-anak:

Ubah Pola Makan

Seringkali anak yang mengalami GTM, merasakan jenuh dan tidak nyaman. Namun, mereka tidak bisa memberitahu orang tuanya.

Sebagai contoh, anak terbiasa sarapan pukul 7 pagi, di high chair, di depan meja makan dan lain sebagainya. Jika anak tidak mau makan pada kondisi tersebut, orang tua bisa mengubah pola tersebut menjadi sesuatu yang berbeda.

Misalkan, sebelum sarapan ajak anak untuk melihat makanan yang akan ia santap atau bermain terlebih dahulu. Kemudian lakukan sarapan lebih cepat (jika anak sudah bangun) atau lebih lama untuk memberikan anak perubahan.