Sisi News

Air merupakan komponen penting dalam tubuh manusia yang berperan untuk banyak hal, seperti membersihkan racun dari tubuh, menjaga berat badan, hingga menghasilkan cairan tubuh.

Tidak hanya itu, air juga berkontribusi untuk mengatur fungsi usus, mengoptimalkan kinerja otot, dan membuat kulit terlihat muda.

Namun, mengapa kurang konsumsi air putih bisa menyebabkan beberapa gejala seperti sakit pinggang? Begini penjelasannya.

Baca Juga: Selain Faktor Genetik, Ternyata ini Penyebab Lain Pemicu Obesitas

Tubuh manusia memiliki tulang punggung yang terdiri dari ruas-ruas tulang dan setiap dua ruas tulang terdapat bantalan sendi.

Bantalan sendi tersebut berperan untuk menjaga posisi tulang belakang, mencegah benturan antar tulang dan meredam guncangan yang dapat membahayakan tulang belakang.

Bagian dalam bantalan sendi berisikan bahan mirip gel dengan kandungan air yang tinggi. Bantalan tersebut dapat terkikis atau menipis akibat kehilangan kandungan air.

Kurang minum air putih akan menyebabkan sakit pinggang dikarenakan tubuh kekurangan cairan untuk memulihkan kelenturan bantalan tulang belakang.

Sehingga bantalan sendi menipis dan tidak lagi mampu untuk meredam guncangan dan ruas tulang yang berada di atas bantalan akan menjepit saraf di bawahnya.

Dikutip dari Harvard Health, kurangnya konsumsi air putih juga meningkatkan risiko penyakit batu ginjal.

Penyakit ini merupakan kondisi di mana endapan mineral, garam, dan zat sisa lain yang mengeras hingga berbentuk menyerupai batu akibat kurangnya konsumsi air putih.

Menariknya, gejala dari penyakit batu ginjal adalah nyeri pinggang. Sehingga semakin besar ukuran batu ginjal, maka nyeri pinggang semakin tidak tertahankan.

Tubuh yang kekurangan cairan dapat menyebabkan beberapa gejala lain, seperti kelelahan, sembelit, bau mulut, hingga kesehatan kulit yang buruk.

Periksakan diri ke rumah sakit apabila mengalami sakit pinggang yang diakibatkan karena kurang minum.