Sisi News

Sisi News – Judi online menjadi permainan yang paling banyak digemari masyarakat Indonesia, sekaligus membahayakan. Menurut data dari PPATK periode 2017-2022, terjadi peningkatan yang signifikan dari jumlah transaksi judi online.

Data dari PPATK menujukkan total perputaran uang selama periode tersebut sudah mencapai Rp109 triliun. Hal itu bukan pencapaian yang positif, karena judi online diketahui banyak memakan korban dan merusak generasi bangsa.

Generasi muda menjadi penyumbang terbesar sebagai pemain judi online. Bahkan banyak beberapa public figure yang secara terang-terangan mempromosikan judi online di media sosial.

Untuk itu, penting bagi masyarakat dalam mengetahui bahaya laten dari permainan atau aktivitas judi online. Berikut ini Sisi News merangkum beberapa cara bandar judi online dalam menggaet setiap pemain:

Iklan di Website

Biasanya, para pemilik situs judi online akan melakukan promosi di beberapa website yang memiliki trafik tinggi. Algoritma yang biasa digunakan judi online ialah orang-orang yang sering berhubungan dengan pinjaman online atau kartu kredit.

Pemilik situs judi online akan memberikan promosi yang memberikan solusi bagi orang-orang yang terjerat utang.

Game Online

Bandar judi online memiliki ‘kaki tangan’ melalui permainan atau game online yang dapat diunduh secara gratis. Mereka akan menawarkan pemain yang mengunduh game online dengan iming-iming uang tunai.

Namun, setiap kali pemain yang ingin melakukan permainan tersebut, selalu akan diselipkan dengan judi online.