Sisi News

Sisi News – Pada perdagangan hari Senin (11/12/2023), saham GOTO ambles sebesar 17,59%. Penurunan saham GOTO terjadi setelah pengumuman investasi Tiktok ke Tokopedia sebesar USD840 juta atau sekitar Rp13,188 triliun.

Padahal sebelum pengumuman tersebut, saham PT GOTO Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sempat mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan hari Jumat (08/12/2023) sebesar 13,68% menuju level Rp108.

Alasan Saham GOTO Ambles

Penurunan saham yang terjadi diakibatkan bukan karena nilai investasi atau investor (ByteDance/Tiktok) yang masuk ke saham GOTO. Mengacu pada Keterbukaan Informasi GOTO, ternyata nilai investasi yang direncanakan belum terjadi.

Kerja sama yang akan dijalankan GOTO melalui PT Tokopedia dengan Tiktok adalah Tokopedia akan membeli sejumlah aset milik Tiktok yang berupa kontrak bisnis dan hak eksklusif untuk mengoperasikan Tiktok Shop di Indonesia.

Nilai pembelian aset tersebut mencapai USD340 juta atau sekitar Rp5,338 triliun dan akan terealisasi pada kuartal I 2024. Di lain sisi, kabar Tiktok akan membeli saham Tokopedia adalah benar.

Rencana pembelian saham Tokopedia oleh Tiktok sebesar USD840 juta  juga akan terjadi pada kuartal I 2024. Artinya, jika transaksi tersebut terjadi, sebenarnya ada nominal yang harus dikeluarkan GOTO juga.

Investor menilai kerja sama yang terjadi antara Tiktok dan Tokopedia baru akan terealisasi di awal tahun 2024. Sehingga banyak investor yang belum yakin dengan kerja sama tersebut.

Padahal, penurunan saham yang terjadi pada GOTO menjadi peluang yang sangat besar bagi investor. Harga yang harus dibeli investor jauh lebih murah dibandingkan dengan hasil yang akan terjadi di kemudian hari.

Dengan adanya kerja sama antara Tokopedia dengan Tiktok, tentu akan menguatkan posisi Tokopedia yang dimiliki GOTO sebagai market leader pasar online.