Sisi News

Merawat bayi yang baru lahir tentu berbeda dengan merawat balita atau anak-anak. Di Indonesia sendiri, bahkan banyak bermunculan mitos yang sudah turun-temurun dilakukan para orang tua dalam merawat bayi yang baru lahir.

Ada yang tetap mempertahankan karena tradisi, ada juga yang tidak melakukan karena takut dari sisi medis. Cara merawat bayi yang baru lahir memang tidak boleh sembarangan, karena semua organ tubuh bayi newborn masih mengalami perkembangan dan pertumbuhan.

Untuk itu, penting bagi orang tua yang baru memiliki anak agar mendapatkan edukasi yang tepat. Edukasi bisa dimulai dari dokter spesialis kandungan, bidan, dokter spesialis anak hingga pelatihan-pelatihan parenting.

Berikut ini Sisi News merangkum beberapa mitos mengenai bayi yang baru lahir dan penjelasannya secara medis dari buku ‘Panduan Lengkap Merawat Bayi 0-1 Tahun oleh dr. Meta Hanindita, Sp.A(K)‘:

Bayi yang Baru Lahir Wajib ‘Dibedong’

‘Membedong’ bayi yang baru lahir, sudah dilakukan turun-temurun oleh masyarakat Indonesia. ‘Membedong’ bayi memang tidak dilarang sepenuhnya, hal itu untuk membuat bayi merasa nyaman dan hangat.

Membedong bayi terlalu kencang dan dalam jangka waktu yang lama dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Bayi yang Baru Lahir Wajib Menggunakan Sarung Tangan

Waktu pertama kali bayi keluar dari perut ibunya, tubuh bayi akan merasakan kedinginan karena suhu ruangan. Biasanya, suster atau bidan di Rumah Sakit akan memakaikan sarung tangan kepada bayi.

Penggunaan sarung tangan pada bayi tidak sepenuhnya dilarang. Namun, untuk jangka waktu yang lama, sarung tangan bayi tidak direkomendasikan. Karena akan menghambat perkembangan stimulasi bayi terutama pada bagian indera peraba.