Sisi News

Sisi News – Bisnis properti menjadi salah satu sektor usaha yang paling menguntungkan. Hal itu dikarenakan ketersediaan lahan atau tanah semakin sedikit, sehingga harganya akan terus naik.

Data Properti di Indonesia

Data dari BPS tahun 2022 menyebutkan bahwa rumah tangga yang memiliki rencana untuk membeli atau membangun rumah/bangunan tempat tinggal sendiri (lagi), mayoritas ingin membangun rumah sendiri (81,61 persen), diikuti dengan membeli tunai (24,80 persen).

Jika dibandingkan antardaerah perkotaan dan perdesaan, rumah tangga yang berencana untuk membeli atau membangun rumah/bangunan tempat tinggal sendiri (rumah ke-2, ke-3, dst) dengan membangun rumah sendiri, baik dengan biaya sendiri maupun pinjaman/hutang lebih lebih tinggi di daerah perdesaan.

Sedangkan untuk rumah tangga yang berencana membeli tunai, membeli dengan angsuran KPR, ataupun angsuran non-KPR persentasenya lebih tinggi di perkotaan. Persentase rumah tangga yang memiliki rencana untuk membeli atau membangun rumah/bangunan tempat tinggal sendiri (untuk kedua kalinya) dengan cara membeli dengan angsuran KPR di daerah perkotaan hampir enam kali lipat lebih tinggi jika dibandingkan dengan di perdesaan.

Jual Beli atau Sewa?

Artinya potensi maupun prospek bisnis di bidang real estate sangat terbuka lebar. Sebagai pengusaha atau developer, memilih bisnis properti dengan sistem jual beli atau sewa terkadang membuat dilema.

Untuk mengetahui mana yang lebih untung, ada baiknya untuk melihat dari sisi modal kerja yang dikeluarkan dan potensi yang bisa dihasilkan. Untuk membangun sebuah properti, membutuhkan aspek biaya pembangunan, tenaga kerja dan biaya promosi.