Sisi News

Sisi News – Jam tangan Rolex menjadi merek yang paling banyak diminati kalangan menengah ke atas. Selain karena harganya stabil, Rolex juga dapat menjadi instrumen investasi.

Banyak pecinta jam tangan ataupun investor yang mendapatkan keuntungan dari memiliki sebuah jam Rolex. Jam tangan Rolex sendiri memiliki beberapa tipe.

Mulai dari Datejust, Submariner, GMT-Master, Day-Date, Cosmograph Daytona, Oyster Perpetual, Yacht-Master, Sea-Dweller, Deepsea, Air-King, Explorer, Lady-Datejust, Sky-Dweller hingga 1908.

Beberapa bulan belakangan, Rolex menjadi bahan perbincangan khususnya di kalangan pecinta jam tangan mewah. Hal itu disebabkan, harga jam tangan Rolex disinyalir terus turun dan berjatuhan.

Kalangan pecinta jam tangan mewah menganggap penurunan harga jam tangan Rolex merupakan hal yang biasa. Ada juga yang menganggap bahwa penurunan ini menjadi peluang emas.

Berikut ini Sisi News merangkum beberapa alasan mengapa harga jam tangan mewah Rolex mengalami penurunan:

Turun Akibat Pandemi Covid-19

Hubungan antara harga Rolex dengan pandemi Covid-19 ialah soal kenaikan harga yang terjadi secara besar-besaran. Pada saat pandemi Covid-19 melanda dunia, tiba-tiba harga jam tangan Rolex mengalami kenaikan yang signifikan.

Alasannya, saat itu banyak orang yang memiliki kas berlebih, alhasil mereka membeli Rolex sebagai sarana investasi. Di Indonesia sendiri fenomena itu terjadi, Rolex dengan tipe Submariner saja bisa mencapai harga Rp600 juta.

Kondisi penurunan harga Rolex saat ini sebenarnya merupakan harga Rolex sebelum pandemi Covid-19. Artinya, Rolex turun menuju harga aslinya atau sebelum boomng Covid-19.