Sisi News

Tiktok menjadi aplikasi yang perkembangannya begitu pesat. Berdasarkan data dari katadata, pengguna aktif Tiktok dari kuartal II 2020 hingga kuartal II 2022 secara berturut-turut mengalami lonjakan yang signifikan. Terlihat dari data yang ada, pengguna aktifnya mencapai 700 juta, 902 juta dan 1,5 miliar.

Aplikasi yang berasal dari Tiongkok itu bahkan tidak hanya sekedar menjadi platform entertainment belaka. Kini, perusahaan yang dipimpin oleh Shou Zi Chew tersebut juga ‘merangkul’ para pelaku bisnis untuk dapat menghasilkan keuntungan melalui aplikasi Tiktok.

Baca Juga: BRI Miliki Jumlah Nasabah Terbanyak, Bagaimana Kinerjanya?

Di Indonesia, Tiktok menjadi disruptor untuk sejumlah e-commerce yang sudah ada sebelumnya. Banyak pelaku bisnis yang mulai beralih untuk menjual produknya ke aplikasi berbasis video itu.

Cara pelaku bisnis menjual produk melalui aplikasi yang berasal dari negeri Tiongkok tersebut, dengan bantuan Content Creator atau promotor. Tugas Content Creator adalah memasarkan produk yang dimiliki pelaku bisnis dengan membuat konten-konten menarik.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, para Content Creator harus mendaftar sebagai Affiliate. Dengan menjadi Tiktok Affiliate, para Content Creator bisa menghasilkan komisi sebesar 10% dari setiap penjualan produk yang ditawarkan.

Selain komisi penjualan, para promotor juga dapat berjualan dengan cara live di platform yang valuasinya sudah lebih dari Rp10 triliun tersebut. Syarat untuk mendapatkan komisi dan live, para Content Creator setidaknya harus memiliki 1.000 followers.

Pekerjaan Content Creator ‘ladang cuan’ yang sangat menjanjikan. Sebut saja beberapa Tiktoker asal Indonesia seperti Louisse Scarlett, Kohcun hingga Stefano Wirontono. Nama-nama tersebut bisa menghasilkan ratusan juta hingga miliaran dalam sekali jualan di Tiktok.