Sisi News

Pemilu serentak akan berlangsung pada hari Rabu (14/02/2024), di mana akan dilaksanakan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, anggota legislatif DPD, DPR, dan DPRD, sebagaimana dikutip dari laman Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Yang menarik, pemilu di Indonesia dikenal sebagai pemilihan yang ‘mahal’. Karena cakupan daerahnya sangatlah luas, sehingga masing-masing calon harus mengeluarkan dana kampanye capres biaya-biaya, seperti logistik, konsumsi, dan penyuluhan.

Biaya politik yang paling mahal tentu pemilihan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres). Dikutip dari CNBC Indonesia, dana kampanye capres yang dikeluarkan pada pemilu tahun 2019 mencapai Rp800 miliar. Yang terdiri dari dana kampanye pasangan Prabowo-Sandi sebesar Rp213 miliar dan pasangan Jokowi-Ma’ruf Rp606 miliar.

Baca Juga: Sejumlah Aktor Amerika Demonstrasi hingga Aksi Mogok, Industri Film Hollywood Lagi Goyah?

Tahun 2024 akan menjadi tahun di mana adu kuat dana kampanye terulang kembali. Kali ini melibatkan tiga poros Capres yang sudah resmi diusung.

Poros pertama, Calon Presiden yang diusung dari Partai Nasdem, PKS, dan Demokrat. Anies Baswedan akan mengandalkan dukungan pendanaan dari sejumlah elite partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan.

Ada nama seperti Surya Paloh, Ahmad Ali, Ahmad Sahroni, Rahmat Gobel, Jan Darmadi. Dari PKS, terdapat sejumlah nama seperti Aboe Bakar, Sohibul Iman dan Hidayat Nur Wahid.

Sedangkan dari Partai Demokrat, pendanaan akan bersumber dari keluarga SBY, Syarief Hasan dan Teuku Riefky.